Tradisi Methik, Menjaga Kearifan Lokal dan Rasa Syukur Atas Hasil Bumi
Tradisi Methik yang digelar di area pertanian Kelompok Wanita Tani (KWT) Mbok Nandur menjadi wujud nyata dari upaya menjaga tradisi sekaligus mensyukuri hasil bumi yang melimpah. Suasana hangat menyelimuti persawahan saat anggota KWT Mbok Nandur berkumpul bersama santri TPQ Al Amin Bangkel dan komunitas WANABOBA. Sinergi lintas generasi ini menghidupkan kembali kearifan lokal yang mulai jarang ditemui, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga dalam nuansa gotong royong yang kental.
Syukuran panen padi ini berlangsung khidmat namun penuh kegembiraan saat seluruh peserta membaur menjadi satu di hamparan hijau lahan pertanian. Acara ini bukan sekadar rutinitas musiman, melainkan sebuah refleksi rasa terima kasih kepada Sang Pencipta atas berkah kesuburan tanah. Kehadiran anak-anak dari TPQ Al Amin Bangkel memberikan warna tersendiri, mengenalkan mereka sejak dini pada budaya agraris dan pentingnya menghargai setiap butir nasi yang mereka konsumsi.
Puncak dari acara Methik ini ditandai dengan momen makan bersama menikmati menu khas Sego Wiwit yang disajikan di atas alas daun pisang. Hidangan tradisional yang sarat makna ini disantap dengan lahap bersama lauk pauk sederhana namun nikmat, mulai dari telur rebus, ayam panggang, hingga gurihnya gereh pethek (ikan asin). Di tengah angin sawah yang berembus sepoi-sepoi, kebersamaan menyantap Sego Wiwit ini berhasil menyempurnakan rasa syukur atas berkah panen yang melimpah tahun ini.

